CERITA SEX PEMERKOSAAN CEWEK JEPANG
Selamat datang di Cerita Sex Persembahan SedangNgentot. Saat ini Team Cerita Sex ingin membagikan cerita yang berjudul CERITA SEX PEMERKOSAAN CEWEK JEPANG. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.
![]() |
| SedangNgentot |
Cerita kali ini adalah cerita sex dewasa terbaru, cerita sex 2017 cewek jepang paling hot, cerita ngentot xxx japan sikwap. Sebelumnya perkenalkan namaku Riko. Sampai saat ini aku masih bekerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta. Aku juga punya minat yang cukup tinggi dalam urusan seks. Pengalaman seks aku yang pertama kualami dengan salah satu teman chat-ku. Sejak saat itu, aku mulai ketagihan. Biasanya aku berhubungan seks dengan wanita-wanita yang kurang lebih sebaya denganku. Kali ini aku akan cerita pengalaman seks pertamaku dengan wanita yang beda umurnya cukup jauh denganku.
Awalnya dari chatting. Suatu kali entah kenapa aku bosan dengan nick yang biasa aku pakai. Aku pun mencoba sebuah nick menarik perhatian. Nick yang menyiratkan fisik tubuhku, tapi tidak vulgar. Dari sekian banyak nick yang query aku, aku tertarik pada sebuah nick yang cukup menggoda Jnd_37_Jkt.Aku pikir pemilik nick ini pasti seorang janda berusia 37 tahun yang tinggal di Jakarta. Aku membalas querynya.
‘hi juga, asl pls..’ balasku.‘kan di nick udah’‘oh iya, tapi Jnd apa tuh?’ tanyaku pura2 bego.‘Jendral ha ha ha. gak ding, janda kok’ aku tersenyum melihat kelakarnya.‘ooo.. ic’ jawabku.‘asl u dong’ tanya nick itu.‘aku lebih muda gpp nih?’ aku bertanya balik.‘gpp, justru yang muda lebih asik ’ aku tertawa dalam hati.‘ok, 24 m jkt’ jawabku.‘hihihi.. 24 sih lagi seger2nya tuh ’ hmm.. mulai menggoda nih.
Kami pun terlibat obrolan yang mengasyikkan. Sekitar setengah jam aku chat dengannya hingga akhirnya kami bertukar nomer telepon. Aku baru saja tiba di rumah ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Hmm.. nomer siapa ini. Aku langsung mengangkat.“Halo..” sapaku.“Riko ya? Udah pulang?” tanya suara di ujung sana yang ternyata suara seorang wanita.“Iya, siapa ya?” tanyaku penasaran.“Hai…” wanita itu menyebut nick yang kugunakan tadi siang.“Tante Rista ya?”aku mencoba menebak.
Terdengar tawa di ujung sana. Betul, Tante Rista yang tadi siang menggunakan nick Jnd_37_Jkt. Kami pun langsung menyambung obrolan tadi siang. Dari obrolan kami yang akrab aku tahu bahwa Tante Rista sebetulnya masih menikah. Tante Rista jarang sekali bisa merasakan kehangatan suaminya karena kesibukan keduanya yang bertolak belakang. Akibatnya wanita itu sering melepas kesepian dengan gigolo-gigolo simpanannya. Malam itu kami saling bertukar cerita, dan ujung-ujungnya kami pun janjian ketemu.
Tante Rista mengajakku ketemu di Blok M Plaza. Semula aku menolak karena di Blok M cukup ramai, apalagi hari Sabtu. Tapi Tante Rista beralasan bahwa di situ tempat yang paling aman karena kerabat-kerabatnya jarang sekali ke daerah tersebut. Akhirnya aku ok saja. Kami pun janjian bertemu Sabtu depan. Hampir setengah jam aku menunggu di Pizza Hut sambil mataku mencari-cari wanita berkulit putih dan berambut coklat sepunggung dengan tinggi sekitar 170 cm dan berat 58 kg yang mengenakan kemeja putih tanpa lengan dan celana jeans ketat sebetis.
Spaghettiku sudah tinggal separuhnya dan mulai dingin. Aku baru saja akan menyuapnya lagi ketika tiba-tiba salah seorang pelayan Pizza Hut menghampiriku dan memberikan secarik kertas. Dia menggeleng ketika aku tanya dari siapa kertas tersebut. Penuh penasaran aku membukanya. ‘CARI SIAPHAAA…? I’M BEHIND YOU MY BOY’ aku terkejut dan langsung menoleh ke belakangku. Kira-kira 2 meja di belakangku, aku melihat satu meja yang ditempati 2 orang wanita.
Salah satu dari wanita itu melambai ke arahku sambil tersenyum. Aku memperhatikannya dengan cermat. Wanita itu persis sekali dengan ciri yang disebutkan Tante Rista saat di telepon beberapa hari lalu. Itu pasti dia!! Tapi yang satu lagi siapa ya? Tanpa pikir panjang aku menghampiri meja tersebut, dan wanita yang melambaikan tangan padaku langsung berdiri menyambutku.
“Halo sayang..” sambut wanita yang ternyata memang Tante Rista itu seraya mencium kedua pipiku.Aku membalasnya dengan mesra.“Tante iseng banget sih.. udah nunggu dari tadi juga, untung nggak pulang.” aku pura-pura merajuk.Tante Rista tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.“Eeh.. nggak takut rugi kalo pulang nih? Ada yang mau kenalan sama kamu tuh..” cetusnya sambil melirik ke wanita yang ada di sebelahnya.
Kami pun berkenalan. Tante Firza, wanita yang dimaksud ternyata adalah tetangga Tante Rista. Dari obrolan kami, aku tahu kalau mereka bernasib sama dalam urusan rumah tangga, dan seringkali hunting bareng mencari gigolo-gigolo yang siap memuaskan nafsu mereka.“Gila, Tante pikir nick kamu itu cuma boongan doang..” cetus Tante Rista sedikit kagum pada tubuhku.Sebetulnya tubuhku tidak atletis seperti tubuh-tubuh idaman wanita.
Mungkin dengan tinggi badanku yang 182 cm dan berat sekitar 78 kg aku jadi terlihat tinggi besar.“Iya nih Yo, gara-gara cerita kamu waktu di telepon, Firza jadi kepengen ketemu juga sama kamu.” kata Tante Rista .Aku mengernyitkan kening.“Cerita? Wah, Tante pake cerita-cerita segala sih sama Tante Firza . Kan jadi…”“Siapa yang cerita, lha wong kamu sendiri yang cerita sama kita..hihihi.” aku semakin tidak mengerti dan menatap Tante Rista penuh tanya.
Wanita itu tersenyum.“Gini lho sayang, waktu kamu telepon kemaren itu Firza juga ada di rumah Tante, jadi kita berdua asyik deh denger cerita kamu yang hot itu hahaha..” aku langsung mencubit pinggang Tante Rista gemas.Ternyata sejak awal mereka sudah berniat ngerjain aku.Akhirnya kami bertiga langsung cabut ke rumah Tante Rista yang sedang sepi. Sampai di rumah Tante Rista kami bertiga langsung menuju ke kamar tidur. Aku baru saja ingin menghempaskan tubuhku di ranjang ketika Tante Firza memeluk tubuhku dari belakang dan menciumi leherku.
“Enak aja kamu dateng-dateng mau istirahat.. pemanasan dulu ah hihihi..” celetuk Tante Firza .Dari belakang tubuhku, jemari lentik wanita itu masuk dari sisi kiri-kananku dan langsung melepas kancing kemejaku satu demi satu. Sementara Tante Rista dari depan merangkul leherku dan mengecup bibirku.“Mmhhh.. ayo Yo, kita pengen coba permainan kamu… hhmmmmmhhh…” Tante Rista melumat bibirku dengan bibir tipisnya yang tersapu lipstik warne merah muda. Ahh.. lembut sekali bibirnya.
ku mencoba mengimbanginya, lidahku menjelajahi mulut Tante Rista. Sementara Tante Firza baru saja berhasil melepaskan kemeja yang membalut tubuhku. Tante Rista langsung menghentikan ciumannya dan lidahnya mulai menjelajah leher, dada dan perutku. Di belakang Tante Firza memandikan punggungku dengan lidah dan air liurnya. Gairahku mulai naik. Tante Rista semakin turun ke bawah dan bibirnya sampai ke batas celanaku. Dengan cekatan jemarinya yang lentik mencopot kancing celana jeansku dan melorotkannya ke bawah.
Kemudian dengan liar lidahnya membasahi celana dalam yang membungkus batang penisku. lidahnya membasahi celana dalam yang membungkus batang penisku. Aku tidak menyadari sejak kapan Tante Firza melepas kaus ketatnya, tiba-tiba saja aku merasakan ada dua gumpalan lembut yang hangat menempel di punggungku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Tante Firza sedang menggesek-gesekkan payudaranya yang bulat dan montok di punggungku. Kedua bibir sexynya yang berlapis lipstik merah bata terbuka seakang mengundang bibirku untuk melumatnya.“Mmhh… sslllppp… mmmm….” tanpa pikir panjang aku langsung melumat bibir sexy itu.
Kedua tangan Tante Firza yang lembut menjelajahi dadaku yang telah basah oleh air liur Tante Rista . Di bawah sana Tante Rista telah berhasil melucuti celana dalamku, hingga batang penisku yang berukuran biasa saja itu terlihat jelas menantang. Tante Rista menggenggam batangnya dengan tangan kirinya, sementara kepala penisku diusap-usap dengan jemari tangan kanannya yang lembut sambil sesekali dijilati. Ssshh.. nikmat sekali. Tante Firza mengajakku berbaring di ranjang agar kami bisa leluasa bercumbu. Aku dan Tante Firza pun berbaring di ranjang dengan setengah kakiku masih menjulur ke lantai. Sambil berciuman, kedua tanganku aktif meremas-remas payudara Tante Firza yang montok.
Tante Firza memelukku erat-erat. Bibir kami tak henti-hentinya saling melumat. Tante Rista semakin asyik dengan batang penisku yang mulai mengeras. Dijelajahinya setiap centi penisku dengan lidah dan bibirnya. Ughh.. sampai akhirnya penisku amblas di mulutnya yang hangat dan basah. Kepala Tante Rista naik-turun seiring kenikmatan yang diberikannya lewat mulut. Sementara kedua tangannya menjelajahi pinggangku. Bosan dengan bibir Tante Firza, lidahku mulai menjalar ke leher dan telinga. Aku mengulum telinga wanita itu yang putih bersih. Tante Firza sampai meremas rambutku karena keasyikkan. Aku terus menjelajahi tubuhnya dengan lidahku, sampai akhirnya aku mulai melumat kedua payudara dan putingnya.
“Ssshh..oohhh…Rikooo..terussss Yoo…” tubuh Tante Firza mulai menggelinjang menahan kenikmatan yang kuberikan.Aku tidak peduli. Lidahku semakin liar menjilati dan mengulum putting susunya yang runcing. Kadang aku menggigitnya dengan gemas. Tante Firza memeluk kepalaku rapat ke payudaranya. Huuff.. hampir sesak nafas aku dibuatnya.
Tanpa aku sadari, Tante Rista sudah melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Wanita itu kelihatan gemas sekali dengan penisku. Padahal ukurannya biasa saja. Dibanding gigolo-gigolo simpanannya pasti penisku tidak ada apa-apanya. Tapi Tante Rista bernafsu sekali menjilat, mengulum dan mengisap penisku. Hingga akhirnya wanita itu mulai tidak tahan dan tiba-tiba sudah berdiri mengangkangi tubuhku. Tante Rista berdiri dengan lututnya dan mulai merendahkan badannya. Sebelah tangannya menggenggam batang penisku yang memang sudah keras dan basah oleh air liurnya.
Tante Firza yang mengetahui hal itu langsung mengambil alih, tangannya menggenggam batang penisku yang semula digenggam Tante Rista . Sementara kini kedua tangan Tante Rista yang lembut bertopang di atas dadaku. Perlahan-lahan tubuh Tante Rista semakin turun, dan aku mulai merasakan bibir kemaluannya menyentuh ujung penisku. Hhh… kepala penisku mulai masuk sebagian ke dalam vagina Tante Rista yang sedikit basah, dan… bleeesssss!!! Amblas sudah penisku di dalam liang kenikmatan itu. Tubuh Tante Rista naik-turun seiring kenikmatan yang kami nikmati bersama. Sementara Tante Firza langsung menyodorkan selangkangannya di wajahku.
Lidahku langsung sigap melumat klitoris Tante Firza yang mulai basah. Posisi Tante Firza berhadapan dengan Tante Rista, sehingga mereka berdua menindihku sambil berciuman. Aku tak bisa melihat karena wajahku tertutup kemaluan Tante Firza, tapi dari suara mereka aku tahu betul bahwa mereka tengah berciuman dengan penuh gairah. Tak lama kemudian aku mulai merasa dinding vagina Tante Rista mulai berdenyut-denyut. Tubuh wanita itu mulai menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat.
Tante Firza kini tidak mencumbu bibir Tante Rista lagi, tapi menunduk ke arah penisku dan vagina Tante Rista yang sedang asyik menyatu. Tante Firza menjilati kemaluan kami bergantian. Akkhh..
semakin nikmat saja rasanya.“Ssshhh… Riiiooo…. aaahhhhh…” Tante Rista mencapai klimaksnya.
Penisku banjir oleh lendir kenikmatan yang mengalir dari dalam vaginanya. Ayunan tubuhnya semakin pelan. Kemudian wanita itu mencabut penisku dari vaginanya dan memberi tempat untukku dan Tante Firza melanjutkan permainan. Tante Firza rupanya menginginkan posisi lain.
Wanita itu mengambil posisi nungging di atas ranjang. Dengan gairah yang masih penuh, aku menghampiri liang kemaluan yang menantang itu. Perlahan aku arahkan penisku yang semakin keras ke dalam vagina Tante Firza. Slllpp… bbleeesss… Vagina 6Tante Firza yang basah betul-betul menelan penisku. Pantatku maju-mundur memberikan kenikmatan untuk Tante Firza. Sementara kedua tanganku asyik meremas kedua payudaranya yang bulat dan montok itu.“Aakhh.. Yoo.. sshhh.. sshhh…. ooohhhh….” Tante Firza merintih menahan rasa nikmat yang kuberikan.
Hmmm… liang kemaluan Tante Firza betul-betul mencengkeram penisku. Nikmat sekali rasanya. Tadinya kupikir ibu-ibu seperti mereka liang vaginanya sudah lebar, tapi Tante Firza dan Tante Rista kok masih sempit ya. Tubuh Tante Firza mulai menggeliat-geliat. Wanita itu menjatuhkan tubuhnya hingga kami berdua melakukannya dengan posisi menyamping. Kemudian tubuh kami berguling hingga tubuh Tante Firza kini berada di atas tubuhku.
Kemudian wanita itu bangkit tanpa melepas vaginanya dari penisku. Lantas Tante Firza berputar, aahhhh….aku merasa penisku dipelintir di dalam vagina Tante Firza, nikmat sekali. Akhirnya aku ‘terjebak’ dengan posisi woman on top. Tante Firza tidak menaik-turunkan tubuhnya tapi memutar pinggulnya. Uugghhh.. gila, enak sekali. Aku sampai mengejang menahan rasa nikmat. Tubuhku pun ikut bangkit untuk memeluk tubuh montok Tante Firza. Bibirku melumat kedua putting payudaranya untuk menambah birahinya.
“Sshh… Riiooo… aakkhh..” Tante Firza mengerang menahan nikmatnya.Tante Firza mendorong tubuhku hingga terebah, dan wanita itu kembali memutar tubuhnya membelakangi aku. Kemudian Tante Firza itu kembali merundukkan tubuhnya tanpa melepas penisku dari dalam vaginanya. Otomatis tubuhku mesti bangkit lagi, dan kami kembali dalam posisi doggie style. Ugghhh… pantatku kembali mengayunkan rasa nikmat di vagina Tante Firza.
Tiba-tiba dari arah belakang aku merasakan sesosok tubuh yang mulus merapati punggungku. Akkhh.. Tante Rista yang sudah kembali bergairah memelukku dari belakang. Hhhgghhh.. birahiku semakin naik ke ubun-ubun. Tubuhku menggelinjang di pelukan Tante Rista. Tanpa sadar ayunan pantatku semakin cepat. Aku merasa tubuh Tante Firza juga bergoyang menahan rasa nikmat.“Sshhh…. aaaaaahhhh… Riiiooo….. bentar lagi nih…” Tante Firza mendesah.
Aku berusaha bertahan untuk menunjukkan keperkasaanku. Tapi gangguan Tante Rista yang menjilati telinga dan tengkukku membuatku tak kuasa menahan birahi.“Aaaahh… Yooo..” Tante Firza mencapai klimaks.Aku mencoba bertahan, namun rembesan lendir dari dalam vagina Tante Firza yang membasahi penisku membuat tubuhku tak kuasa menahan nikmat. Crrooottt.. ccrrott… crooot.. ccroottt.. ccrroott… sekitar lima kali penisku menyemburkan sperma kuat-kuat ke dalam vagina Tante Firza. Kedua tanganku meremas pinggang Tante Firza.
Sementara dari belakang Tante Rista mendekap tubuhku erat-erat. Itu untuk pertama kalinya aku berbagi kenikmatan birahi dengan wanita yang jauh lebih tua dariku. Hari itu kami bersenang-senang dua kali lagi. Sorenya aku terpaksa harus meninggalkan rumah Tante Rista , karena anaknya sudah pulang. Tapi Tante Firza mengajakku untuk bermalam di rumahnya. Dan malam itu aku dan Tante Firza bersenang-senang sampai pagi. Ternyata Tante Firza memiliki banyak sekali sex toy di rumahnya.
Aku betul-betul enjoy malam itu karena Tante Firza memperkenalkanku dengan banyak variasi permainan seks. Sejak saat itu aku sering melayani nafsu birahi mereka mereka. Kadang berdua, kadang bertiga. Namun sepeser pun aku menolak dibayar, karena aku melakukannya atas dasar suka dan fun saja. Dari Tante Rista aku mendapat beberapa kenalan wanita teman-teman kantornya yang juga kesepian, dan kadang aku juga diminta melayani nafsu mereka. Kalau dari Tante Firza, aku dikenalkan pada adik iparnya yang baru berumur 32 tahun, namanya Leni. Tante Leni belum menikah dan masih virgin. Namun wanita ini cukup nakal dalam urusan seks. Lucunya aku sering diminta Tante Leni untuk memuaskan hasratnya tapi hanya sebatas petting dan oral.
Demikian cerita perkenalan ku dengan beberapa tante, dan terjadi permainan seks seru antara aku dan para tante girang tersebut.
Sedang Ngentot, Sedang Mesum, Cerita Dewasa 2017, Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Sex Dewasa, Foto Sex, Foto Bugil, Foto dewasa, Foto Sex Dewasa

