CERITA SEX NAFSU LIAR NYONYA MUDA
Selamat datang di Cerita Sex Persembahan SedangNgentot. Saat ini Team Cerita Sex ingin membagikan cerita yang berjudul CERITA SEX NAFSU LIAR NYONYA MUDA. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.
![]() |
| CERITA SEX NAFSU LIAR NYONYA MUDA |
Jodoh tidak kemana, kita inginkan biasanya yang sempurnya dan yang lebih ya karena manusia adalah maklhuk yang mempunyai nafsu, tapi apa boleh buat kita hanya berusaha yang terbaik. Kali ini akan saya ceritakan mengenai pasang 2 anak manusia yang ditakdirkan bersama di dunia ini. Mereka berdua sungguh sangat mujur, sebab kedua pasangan ini adalah anak dari pengusaha kaya. Masalah ekonomi pastinya tidak adak problem tapi tidak tahu bahagia atau tidaknya pasangan ini kelak.
Pasangan ini baru saja menikah dan rencana mereka akan membuat salah satu rumah, untuk desain mereka juga tidak main-main’arsitek handal terkenal yang menjadi pelopornya”. ya maklum orang kaya semua pasti bisa dibeli, rumah ini juga hadiah dari ortu pasangan mempelai perempuan.
Pasangan ini baru saja menikah dan rencana mereka akan membuat salah satu rumah, untuk desain mereka juga tidak main-main’arsitek handal terkenal yang menjadi pelopornya”. ya maklum orang kaya semua pasti bisa dibeli, rumah ini juga hadiah dari ortu pasangan mempelai perempuan.
Tidak usah panjang lebar cerita, 6 bulan kemudian akhirnya selesailah bangaunan ini dibuat sungguh megah dan luas, area bermain, taman,tempat renang dan desain rumah yang menyolok adat Eropa tampak menambah sis mewah dan berklas bagi sang pemilik. Karena besar dan luasnya rumah ini maka mereka memakai beberapa orang pembantu dan tukang kebun. Selain itu di pintu gerbangnya ada pos satpam yang akan mengawasi tamu masuk. Karena mereka belum dikarunai anak maka Mira tinggal di rumah dan suaminya Halim yang ke kantor meneruskan usaha yang ditinggalkan ayahnya, bersama kakak-kakaknya. Di dalam rumah yang besar dan banyak kamarnya itu, Mira merasa kesepian dan resah. Ia memang berada dilingkungan yang serba megah namun kepuasan batin tidak ia dapatkan. Padahal ia dan Halim baru 1 tahun menikah.
Di dalam kehidupan sex ia tidak ada masalah dan halangan. Halim saat ini berusia 29 tahun dan Mira 26 tahun. Sebagai layaknya pasangan muda, hampir setiap ada kesempatan mereka selalu melakukan hubungan badan di kamarnya yang serba luks itu. Tidak jarang mereka bepergian ke villanya di Tawangmangu untuk melepaskan rasa suntuk dan melepaskan kepenatan setiap hari.
Suatu malam, di rumah itu tanpa diketahui oleh Mira dan Halim, di luar kamarnya ada sepasang mata yang mengintip dari balik jendela. Sepasang mata itu milik seorang lelaki yang biasanya bertugas sebagai satpam di rumahnya itu. Namanya Ucok. Dari dulu semenjak mulai bertugas di rumah itu, Ucok telah menaruh perhatian terhadap istri majikanya itu. Meskipun jika keluar rumah Mira selalu pakai pakaian celana panjang, tetap saja kecantikan dan kesintalan nyonya majikannya itu membuat Ucok sulit tidur. Ucok dari balik jendela yang ditutup gordyn itu terus mengamati dan melihat tingkah laku suami istri itu.
Suatu malam, di rumah itu tanpa diketahui oleh Mira dan Halim, di luar kamarnya ada sepasang mata yang mengintip dari balik jendela. Sepasang mata itu milik seorang lelaki yang biasanya bertugas sebagai satpam di rumahnya itu. Namanya Ucok. Dari dulu semenjak mulai bertugas di rumah itu, Ucok telah menaruh perhatian terhadap istri majikanya itu. Meskipun jika keluar rumah Mira selalu pakai pakaian celana panjang, tetap saja kecantikan dan kesintalan nyonya majikannya itu membuat Ucok sulit tidur. Ucok dari balik jendela yang ditutup gordyn itu terus mengamati dan melihat tingkah laku suami istri itu.
Malam itu Halim dan Mira seperti bisa bermesraan dulu barulah mereka saling melepaskan pakaian masing- masing untuk melakukan hubungan badan. Ucok di luar dengan nafas memburu melihat ketelanjangan suami istri itu. Namun yang terus diperhatikannya adalah sosok tubuh Mira, yang biasanya di luaran ia liat berpakaian tertutup semua, namun di saat itu hampir seluruh bentuk tubuh Mira ia liat tanpa ada yang menutupnya. Malam itu hampir dua jam Ucok menyaksikan aksi pasangan muda itu bersebadan.
Ucok sempat pusing melihatnya. Dikepalanya terbayang kehalusan dan kesintalan tubuh majikannya itu. Bayangan itu terus bermain di pelupuk matanya. Pada suatu saat, Halim ada urusan sehingga harus berangkat ke luar negeri untuk beberapa saat.
Maka ia tinggalkan Mira di rumah itu. Ia tidak khawatir sebab di rumah itu ada pembantu dan satpam yang siap mengamankan rumah dan isinya. Siang itu, iseng-iseng Mira berkeliling rumah dan melihat bunga2 di pekarangannya. Lalu ia singgah di pos jaga Ucok, saat itu Ucok sedang akan duduk. Ia kaget karena tidak biasanya Mira singgah di posnya. “Selamat siang, Pak?” sapa Mira ramah. “Siang juga, Bu?” jawab Ucok. “Bagaimana, Pak? Apa ada hambatan?” tanya Mira. “Ooo tidak, Bu?” jawab Ucok lagi. Lalu ia masuk ke ruang Ucok itu dan duduk di dalamya. Di dalam ruang itu lengkap ada kamar mandi dan ruang tidur satpam. Mira duduk dan berbicara dengan Ucok panjang lebar tentang keamanan di rumah itu. Mira sempat memperhatikan Ucok. Ia akui Ucok sebagai satpam amat berani dan memiliki otot yang kuat seperti tentara. Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Dulunya Ucok memang tentara.
Ucok sempat pusing melihatnya. Dikepalanya terbayang kehalusan dan kesintalan tubuh majikannya itu. Bayangan itu terus bermain di pelupuk matanya. Pada suatu saat, Halim ada urusan sehingga harus berangkat ke luar negeri untuk beberapa saat.
Maka ia tinggalkan Mira di rumah itu. Ia tidak khawatir sebab di rumah itu ada pembantu dan satpam yang siap mengamankan rumah dan isinya. Siang itu, iseng-iseng Mira berkeliling rumah dan melihat bunga2 di pekarangannya. Lalu ia singgah di pos jaga Ucok, saat itu Ucok sedang akan duduk. Ia kaget karena tidak biasanya Mira singgah di posnya. “Selamat siang, Pak?” sapa Mira ramah. “Siang juga, Bu?” jawab Ucok. “Bagaimana, Pak? Apa ada hambatan?” tanya Mira. “Ooo tidak, Bu?” jawab Ucok lagi. Lalu ia masuk ke ruang Ucok itu dan duduk di dalamya. Di dalam ruang itu lengkap ada kamar mandi dan ruang tidur satpam. Mira duduk dan berbicara dengan Ucok panjang lebar tentang keamanan di rumah itu. Mira sempat memperhatikan Ucok. Ia akui Ucok sebagai satpam amat berani dan memiliki otot yang kuat seperti tentara. Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Dulunya Ucok memang tentara.
Karena suatu sebab ia dipecat, maka untuk menyambung hidupnya ia menjadi satpam. Malam harinya, untuk menghilangkan kejenuhannya di rumah itu, ia berjalan-jalan di halaman itu dan membawa makanan kecil untuk Ucok. Ia ke ruang satpam dan duduk didalamnya, Ucok menjadi salah tingkah. “Bu, saya tidak enak sama Ibu. Masak Ibu duduk di ruang ini?” kata Ucok.
“Ohhh… ndak apa-apa la, Pak? Masak… duduk saja ndak boleh? “Saya takut nanti Pak Halim marah,” jawab Ucok. “Oooo itu to… Mas Halim sekarang sedang di Kanada. Jadi, ndak apa kok, pak,” terang Mira. “Kalau Pak Ucok keberatan saya disini, Bapak saja yang ke dalam, kan kita bisa bicara-bicara, Pak?” kata Mira. “Baiklah, Buk,” kata Ucok , “Tapi hari akan hujan tampaknya.”
Lalu Mira berjalan kedalam rumahnya dan diikuti Ucok di belakang. Dari belakang ia perhatikan terus pinggul majikannya itu yang saat itu memakai celana tidur dan blouse dari sutra. Di dalam salah satu ruangan di rumah itu, Mira dan Ucok berbincang- bincang tentang berbagai hal, sampai tentang masalah dalam kamar tidur Mira dan Halim. Sedang hari saat itu di luaran hujan deras.
“Ohhh… ndak apa-apa la, Pak? Masak… duduk saja ndak boleh? “Saya takut nanti Pak Halim marah,” jawab Ucok. “Oooo itu to… Mas Halim sekarang sedang di Kanada. Jadi, ndak apa kok, pak,” terang Mira. “Kalau Pak Ucok keberatan saya disini, Bapak saja yang ke dalam, kan kita bisa bicara-bicara, Pak?” kata Mira. “Baiklah, Buk,” kata Ucok , “Tapi hari akan hujan tampaknya.”
Lalu Mira berjalan kedalam rumahnya dan diikuti Ucok di belakang. Dari belakang ia perhatikan terus pinggul majikannya itu yang saat itu memakai celana tidur dan blouse dari sutra. Di dalam salah satu ruangan di rumah itu, Mira dan Ucok berbincang- bincang tentang berbagai hal, sampai tentang masalah dalam kamar tidur Mira dan Halim. Sedang hari saat itu di luaran hujan deras.
Karena suasana dan dinginya malam itu, ditambah lagi pembicaraan yang terlalu menyentuh tentang urusan ranjang, membuat Ucok mengetahui rahasia kamar Mira dan Halim itu. Ucok merasa mendapatkan peluang untuk masuk ke dalam pribadi Mira.
Dengan berbagai cara dan rayuan, Ucok pun telah dapat mengenggam tangan Mira dan memeluknya. Dengan cara yang lembut ia dapat mencium bibir Mira yang mungil itu. Mira sedikit menyesal karena ia telah jatuh dalam kelembutan yang diberikan Pak Ucok . Dengan kelihaian Ucok mempermainkan Mira, maka Mira dapat ia giring kedalam salah satu kamar di rumah itu. Di kamar yang diperuntukan bagi tamu itu, Mira ia tuntun. Di dalam kamar itu ia baringkan Mira dengan hati-hati dan ia raba buah dada Mira tanpa membuat Mira merasa menyesal. Lalu ia buka blouse tidur dan BH yang menutupi dada Mira satu persatu.
Dengan berbagai cara dan rayuan, Ucok pun telah dapat mengenggam tangan Mira dan memeluknya. Dengan cara yang lembut ia dapat mencium bibir Mira yang mungil itu. Mira sedikit menyesal karena ia telah jatuh dalam kelembutan yang diberikan Pak Ucok . Dengan kelihaian Ucok mempermainkan Mira, maka Mira dapat ia giring kedalam salah satu kamar di rumah itu. Di kamar yang diperuntukan bagi tamu itu, Mira ia tuntun. Di dalam kamar itu ia baringkan Mira dengan hati-hati dan ia raba buah dada Mira tanpa membuat Mira merasa menyesal. Lalu ia buka blouse tidur dan BH yang menutupi dada Mira satu persatu.
Di belahan dada Mira ia singgah untuk memilin puting dan mengggigit dada Mira hingga memerah. Mira saat itu tidak sadar bahwa ia telah punya suami dan jatuh terlalu dalam. Dengan tangannya, Ucok membuka celana tidur Mira dan lalu CDnya sehingga terlihat bulu-bulu halus yang tertata rapi menutupi rongga vagina Mira. Dengan leluasa jari tangan Ucok masuk dan mempermainkan
lobang vagina Mira hingga Mira ingin cepat dituntaskan. “Ahggggggggghhhhh, Pakkk…. Cepat, Pak…” Dengus Mira saat itu. Lalu Ucok membuka seluruh pakaiannya sehingga ia pun kini telah telanjang bulat. Ucok yang selama ini hanya melihat Mira telanjang saat bersenggama denga suaminya, kini dapat melihat sendiri dari dekat dan merasakan langsung kehangatan tubuh Mira yang selama ini hanya bisa ia bayangkan. Ucok pun lalu membuka kedua kaki Mira hingga kedua kaki yang jenjang itu tertaut di kedua bahunya yang bidang. Ia arahkan penisnya yang tegak, siap untuk masuk ke dalam vagina Mira yang masih kecil itu.
lobang vagina Mira hingga Mira ingin cepat dituntaskan. “Ahggggggggghhhhh, Pakkk…. Cepat, Pak…” Dengus Mira saat itu. Lalu Ucok membuka seluruh pakaiannya sehingga ia pun kini telah telanjang bulat. Ucok yang selama ini hanya melihat Mira telanjang saat bersenggama denga suaminya, kini dapat melihat sendiri dari dekat dan merasakan langsung kehangatan tubuh Mira yang selama ini hanya bisa ia bayangkan. Ucok pun lalu membuka kedua kaki Mira hingga kedua kaki yang jenjang itu tertaut di kedua bahunya yang bidang. Ia arahkan penisnya yang tegak, siap untuk masuk ke dalam vagina Mira yang masih kecil itu.
Dengan sedikit dipaksa, amblaslah penis Pak Ucok kedalam lobang itu. Mira hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan perih saat dimasuki kemaluan Ucok . Beberapa saat lamanya Ucok terus menggenjot dan memajumundurkan penisnya di dalam vagina Mira hingga Mira merasakan nikmat dan orgasme. Lalu Ucok pun memuncratkan maninya di dalam vagina Mira. Ia biarkan saja tumpah di dalam tubuh nyonya majikannya itu. Sambil penisnya tetap tertanam di dalam vagina Mira,
Ucok pun diam di atas tubuh Mira melepas lelahnya hingga ia tertidur. Mira pun tergolek bersimbah keringat. Saat itu keringat Ucok telah bercampur dengan keringat Mira. Tidak ada lagi yang membatasi kulit mereka. Tubuh Mira masih terhimpit dibawah dalam keadaan lemas dan puas. Malam itu Pak Ucok melakukannya sebanyak dua kali lagi dan Mira pun tidak sempat
menolaknya. Sejak saat itu, bila ada kesempatan, di salah satu kamar rumah itu Mira maupun Ucok berpacu dalam birahi. Halim tidak tahu dan hanya mereka berdualah yang menyimpan rahasia itu, hingga saat ini.
Ucok pun diam di atas tubuh Mira melepas lelahnya hingga ia tertidur. Mira pun tergolek bersimbah keringat. Saat itu keringat Ucok telah bercampur dengan keringat Mira. Tidak ada lagi yang membatasi kulit mereka. Tubuh Mira masih terhimpit dibawah dalam keadaan lemas dan puas. Malam itu Pak Ucok melakukannya sebanyak dua kali lagi dan Mira pun tidak sempat
menolaknya. Sejak saat itu, bila ada kesempatan, di salah satu kamar rumah itu Mira maupun Ucok berpacu dalam birahi. Halim tidak tahu dan hanya mereka berdualah yang menyimpan rahasia itu, hingga saat ini.
Sedang Ngentot, Sedang Mesum, Cerita Dewasa 2017, Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Sex Dewasa, Foto Sex, Foto Bugil, Foto dewasa, Foto Sex Dewasa

