CERITA SEX BERAWAL DARI MEDIA SOSIAL HINGGA NGINAP HOTEL
Selamat datang di Cerita Sex Persembahan SedangNgentot. Saat ini Team Cerita Sex ingin membagikan cerita yang berjudul CERITA SEX BERAWAL DARI MEDIA SOSIAL HINGGA NGINAP HOTEL. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombolCTRL + D.Sedang Ngentot, Sedang Mesum, Cerita Dewasa 2017, Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Sex Dewasa, Foto Sex, Foto Bugil, Foto dewasa, Foto Sex Dewasa
CERITA SEX BERAWAL DARI MEDIA SOSIAL HINGGA NGINAP HOTEL
Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Eka (19 tahun), bukan nama sebenarnya. Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu instansi di Jawa dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Eka.
Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota M dan iseng-iseng aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.
“Hey.. Kamu Eka ” sapaku.
“Hey, Dandy ya.. ” sambil menjawab Eka mengulurkan tangannya.
“Kenalin ini temanku Dony,” sambil mengenalkan temanku.
“Oh ya, kenalin juga ini temanku Rida,” kata Eka mengenalkan temannya.
Sepintas terlihat, Eka adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis-gadis yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Eka menawarkan menu yang mau dipesan.
“Dy, kamu mau makan apa?” tanya Eka.
“Mmm, anu.. Terserah deh” jawabku gugup.
“Kenapa say.. Kok nervous gitu?” tanyanya manja.
Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. ” tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.
“Tidak kok, tidak apa-apa, aku ngikut aja,” jawabku datar.
Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Eka bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.
2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibicarakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.
“Eka, sudah malem nih, ayo aku anter balik” ajakku.
“Oke dah Mas Dandy,” jawab Eka singkat sambil bangkit dari duduknya.
Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.
“Dan, minggu depan aku mau ke Surabaya,” kata Eka.
“Oya, dalam rangka apa?” tanyaku.
“Mau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?” jawabnya tersenyum.
Deg! jantungku terasa berhenti ketika Eka bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.
“Ooo.. Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,” pintaku.
“Oke deh, ntar aku hubungi kamu Mas” kata Eka.
“Terus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?” tanyaku.
“Sendirilah Mas, masa iya sama temanku.. Kan nggak romantis?” jelas Eka.
Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Eka.
“Selamat malam,” kataku.
“Terima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” Eka mengingatkan.
“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Eka yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih virgin, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.
6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Eka dan sesuai janji dia, Kamis siang Eka menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xx (nomor Eka).
“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?” tanya Eka.
“Oke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.
“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00″ jawab Eka.
“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.
“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman” jelasnya.
Alamak si Eka ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.
“Oo gitu, oke sapa takut” tantang ku.
“Oke deh Mas, sampai besok” seiring kata itu HPnya langsung dimatikan.
Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.
Hari jum’at jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Eka.
“Aku sudah di parkiran terminal nih,” jelasku.
“Oke deh aku ke situ” jawab Eka.
Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Eka nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Eka menuju mobilku.
“Hey Mas Dandy, gimana khabarnya?” tanya Eka.
“Baik Eka” jawabku singkat.
“Sudah lama ya Mas Dandy tunggunya,” ia membuka percakapan.
“Belum kok Eka” jawabku singkat.
Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki-lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.
Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.
“Lho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?” tanya Eka.
“Lho memangnya kenapa?” aku berlagak bengong.
“Eka pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,” jawab Eka polos.
Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Eka dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.
“Eka, kita tidak untuk macam-macamkan di kamar ini?” balasku bertanya.
“Ya sudah deh Mas, aku mau mandi dulu ya” jawab Eka kesal.
15 menit lamanya Eka mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Eka hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Eka yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.
Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Eka, detak jantungku semakin kencang tatkala Eka sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.
“Mas, malam ini kamu manis banget sih,” kata Eka memuji.
“Ah kamu bisa aja” jawabku agak gugup.
Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.
“Mmm bagaimana.. ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Eka sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Eka, karena posisi tanganku menopang tubuhku.
“Mmm.. Mas.. Aku suka kamu,” kata Eka sambil melanjutkan ciuman mautnya.
Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Eka menggelontor bibirku bertubi-tubi. Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Eka dengan mudah naik diatas tubuhku.
Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Eka. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu-bulu di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Eka, sehingga hal itu membuat birahi Eka mulai terkoyak.
Dari mulutku Eka mulai merambat kebawah, menjilati puntingku hingga membuat darah aku berdesir dengan kencang.
“Eka.. Geli sayang.. ” aku merintih.
Eka sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.
“Mas.. Aku suka penis kamu.. Gila besar sekali” puji Eka dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang kemaluanku.
“Oohh.. ” aku merintih dan mnggelinjang saat mulut Eka mulai melahap penisku yang sudah mulai mengencang. Sesekali tangan yang lentik mengocok batang kemaluanku.
“Aaow.. Sakit sayang” jeritku saat giginya mengenai kepala penisku.
Aku hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Eka yang tipis sembari aku menengok kebawah melihat Eka yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalo gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba-tiba Eka bangkit dari selangkanganku dan berdiri.
“Mas. Eka sudah nggak tahan.. Aku masukin ya?” tanya Eka sambil melepas penisku dari mulutnya.
“Eka, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,” aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.
“Mas, Eka ingin banget.. Eka sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Eka tidak mau kalah.
“Kamu serius..?’” tanyaku bingung.
“Percaya sama Eka Mas, aku sudah tidak virgin kok,” sambil berkata seperti itu, Eka langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya
Bless.., suara penisku mengoyak vagina Eka.
“Ughh, Mas..” kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Eka.
“Gila, enak sekali punya Mas.. aakkh” Eka menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang kemaluanku.
Aku merasakan lubang surgawi milik Eka sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang kemaluanku.
“Mas.. mentok nih, gila banget.. padahal belum masuk semua..” rintih Eka .
“Gila Mas punya kamu panjang.. Eenaak Mas” rintih Eka.
Beberapa kali Eka menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba-tiba Eka mulai mempercepat pergerakkannya diatas tubuhku yang naik turun.
“Mass.. Ekaa.. Mau.. Daapett.. Maass..” rintih Eka.
Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Eka berusaha menahan tubuhnya dia tas dadaku.
“Mas.. Aaampunn.. Akuu nggak tahan lagi..” rintih Eka.
“Mas.. Dandy.. Eka kee.. luuaarr..” bersamaan dengan rintihan panjang Eka sesuatu aku rasakan menyiram batang kemaluanku.
Sssurr.., cairan yang terasa banyak membasahi selangkan aku.
Tubuh Eka langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan puntingnya yang masih mengencang besar. Aku berusaha membangkitkan gairah Eka yang sudah mulai terkulai lemas.
“Mas.. Kamu hebat.. Ughh,” pujian Eka tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit punting Eka dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati puntingnya yang kencang. Maklum, Eka tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara sehingga puntingnya lebih dominan.
Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Eka saat mencumbui aku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar.
Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya diatas pundakku.
“Mmas.. Gelii.. Ampun.. Ooohh,” Eka hanya bisa merintih saat klitorisnya aku mainkan dengan lidahku. Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan Eka yang sudah keluar saat permainan pertama.
Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan yang mulai meleleh kembali dari lubang kewanitaanya. Sesekali pinggul Eka yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudian..
“Mas.. Ammpun.. Aku mau keluar laagi.. Mmass” kedua tangan Eka membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya. Bersamaan dengan itu pula cairan putih meleleh dengan deras dari ujung lubang kewanitaanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan sedikitpun.
“Capek sayang.. ” tanyaku.
“Kamu benar-benar gila Mas.. Hebat banget kamu,” puji Eka.
Belum selesai dia memeujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Eka,
“Mmas.. Aduh.. Kamuu benar-benar nakal..,” kata Eka manja.
Kedua tangan Eka menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.
“Slep.. Slep.. Slep.. ” terdengar penisku bergerak keluar masuk lubang Eka. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Eka yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Eka yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Eka
Posisi ini aku pertahankan sampai, Eka orgasme yang ketiga kalinya.
“Mass.. Aku.. Keluar lagi.. ” sambil berkata demikian Eka berusaha mendekap tubuhku erat-erat sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.
Disaat tubuh Eka turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikan kata yang mesra di telinganya
“Akan kuberikan semua kenikmatan malam ini” rayuku.
“Mass..” desah Eka.
Kaki Eka aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.
Bless.., batang kemaluanku kembali menghunjam lubang Eka yang masih terengah-engah. Kedua tanganku memegang pinggul Eka dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Eka menahan tubuhnya di dinding kamar.
“Mas.. Eennakk sekali.. ” rintih Eka.
“Kamu memang.. Jagonya Mas.. Uuuhh,” berkali-kali Eka merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja. Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan memeringkan tubuh Eka yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.
Crek.. Crek.. Crekk.., suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan Eka yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.
“Mas.. Kamu.. Pandai sekali membuatku melayang.. Aaahh.. Uuuhh”
“Sayaang.. Aku.. Nggaa.. Tahann..” untuk yang kesekian kalinya lubang kewanitaan Eka mengucurkan cairan putih pekat dibatang kemaluanku.
Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Eka dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakuakn doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.
“Hekk..” muka Eka dimasukan dalam-dalam diatas bantal ketika penisku menghujam kesekian kalinya.
“Oohh.. Eka.. Punya kamu asyik banget..” puji aku.
Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Eka, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kami berdua. Sampai akhirnya Eka menjerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.
“Mass.. Aaammppunn..” gigi Eka menggigit bantal dengan kencang.
“Aku juga mau keluar sayang.. Eka..?” aku mendesah kenikmatan
“Ooo Eka.. Mau dikeluarin dimana.. aakhh,” aku bergerak semakin cepat memasukkan penisku.
“Di dalam aja sayang.. ” pinta Eka.
“Jangan aku nggak mau.. Cepet sayang aku sudah mau keluar nih..” desahku.
“Ekaa.. Aaakhh” aku segera melepas penisku dari lubang vagina Eka dan dengan seketika membalikkan badannya hingga mulutnya pas didepan penisku.
Bagaikan di film-film BF yang pernah aku lihat, Eka langssung melumat habis penisku.
Crutt.. Crut.. Crut.., entah berapa kali semburan spermaku dalam mulut Eka, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Semburan demi semburan, Eka seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam-dalam penisku. Terlihat jelas spermamu menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.
“Mmm.. Aku suka sekali sperma kamu Mas..” kata Eka sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.
Sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,
“Ma kasih Mas.. Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikan” kata Eka.
“Selama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa harus mikirin aku” jelas Eka.
Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Eka. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.
Paginya Eka membangunkan aku tepat pukul 06.00
“Mas.. anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,” pinta Eka.
“Oke, yuk kita segera bersiap-siap” ajakku.
“Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” kata Eka.
“Iya sayang, selama kamu mau.. Aku akan berikan” jawabku penuh harap.
Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Eka mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Eka.
Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.
“Kamu hati-hati Eka” sambil aku kecup keningnya.
“Terima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagi” kata Eka berterima kasih.
“Kamu memang luar biasa Mas” puji Eka Akhirnya tubuh Eka yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Lambaian tangannya berkali-kjali melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.Sedang Ngentot, Sedang Mesum, Cerita Dewasa 2017, Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Sex Dewasa, Foto Sex, Foto Bugil, Foto dewasa, Foto Sex Dewasa

